Sabtu, 14 April 2012

Lampion











Sejarah Lampion


Lampion merupakan salah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari perayaan Imlek. Imlek tidak akan meriah tanpa kehadiran lentera berbentuk bulat dengan warna merah menyala yang digantung mengelilingi tempat perayaan Imlek. Warna merah menggambarkan perasaan suka cita. Sedangkan lampion berwarna putih untuk mengungkapkan rasa bela sungkawa. Ada banyak versi sejarah tentang lampion.
Salah satu sumber menyebutkan bahwa lampion sudah ada sejak zaman dinasti Xi Han  kira-kira 1800 tahun yang lalu. Lampion ada yang terbuat dari kertas, kain, kulit binatang, dan dari bordiran-bordiran kain sutra dan lain-lain. Namun yang terbuat dari kertas baru dimulai sejak di Tiongkok ditemukannya teknik pembuatan kertas oleh Cailun yaitu pada zaman dinasti Han Timur 
(tahun 25-220 M ).
Sejak zaman Dinasti Han hingga Tang, lampion telah disahkan sebagai simbol penyambutan hari raya imlek. Saat dinasti Ming Zhu Yuan Chang (tahun 1368 – 1644 M), ribuan lampion sengaja dibiarkan mengambang di atas air ketika memproklamirkan ibu kota negara Nanjing.
Namun ada versi lain tentang sejarah lampion yang banyak beredar. Yaitu tentang sejarah lampion (Teng Lo Leng atau Teng Lung) yang dimulai pada zaman dinasti Ming. Pada waktu ada seorang perampok budiman bernama Lie Cu Seng di kota Kaifeng. Dia adalah Robin Hood di zamannya. Karena Lie Cu Seng  hanya merampok orang-orang kaya pelit, dan hasil rampokannya dibagikan ke orang miskin.
Namun suatu ketika Lie Cu Seng difitnah, bahwa sebetulnya hasil rampokannya hanya dimakan sendiri. Lie Cu Seng yang menyamar sebagai rakyat jelata membuat cerita tandingan tentang kebaikan Lie Cu Seng, sang perampok dermawan. Dalam penyamarannya Lie Cu Seng juga meminta rakyat untuk memasang lampion di rumahnya. Tujuannya untuk memudahkan Lie Cu Seng membagikan hasil jarahannya kepada rakyat. Hanya rumah yang memasang lampion saja yang akan diberikan bagian.
Dan tentu saja Lie Cu Seng menepati janjinya. Malam hari Lie Cu Seng membagikan hasil jarahannya ke setiap rumah yang memasang lampion. Lama-kelamaan lampion itu digunakan sebagai bentuk penghargaan kepada Lie Cu Seng, sang perampok budiman. Sedang budaya memasang lampion pada akhir tahun baru diartikan sebagai permohonan berkah kepada para dewa.











Cara membuat lampion:

*Bahan dan Alat:
-Bambu tali, belah-belah selebar 1cm, dan potong-potong dengan ukuran: 60cm (4 batang), 112cm (4 batang), 120cm (1 batang), 4cm (8 batang). Agar bambu lentur, rendam dalam air terlebih dahulu.
-Kertas emas.
-Plastik kaca ukuran 2cmx15cm.
-Lem kanji atau sagu. Buat sendiri lem ini, dengan mencampurkan sagu dan terigu (perbandingan 1/4:1). Kemudian campur dengan air, dan aduk hingga mengental.

*Langkah pembuatan:
1.Buat lingkaran dari tiap batang bambu. Satukan kedua ujung bambu dengan

    plastik kaca, kemudian rekatkan dengan lem sagu. Hasilnya adalah lingkaran   
    bambu berdiameter 15cm (4 buah), 28cm (4 buah), dan 35cm (1 buah).

2.Gabungkan 4 lingkaran berdiameter 28cm, menjadi rangka bola. Satukan kedua  
    bagian lingkaran, yang bersentuhan, dengan tali dan lem sagu.

3.Masukkan rangka bola ke dalam lingkaran berdiameter 35cm. Posisi lingkaran tepat
   ditengah rangka. Ikat setiap sisi rangka bola, yang bersentuhan dengan lingkaran.

4.Gabungkan dua lingkaran 15cm, dalam posisi sejajar dengan jarak 4cm, hingga  
    menjadi Dua lingkaran ganda. Caranya dengan menempelkan empat batang kayu 
   4cm, masing-masing saling berhadapan.

5.Letakkan dua lingkaran ganda, masing-masing pada bagian atas dan bawah
   lampion. Ikat setiap batang 4cm dengan setiap rusuk bola, menggunakan tali.

6.Buat pola mal pada karton putih, berupa satu bidang trapesium rangka bola.  
   Kemudian, Lipat kertas minyak, menjadi 16 lembar. Letakkan mal di atas lembaran- 
   lembaran tadi.

7.Gunting kertas minyak, mengikuti pola mal. Lebihkan sisi-sisinya, dengan jarak 1cm 
    dari garis pola.

8.Beri lem sagu pada setiap rusuk rangka bola. Mulailah menempelkan kertas-kertas 
   minyak. Bungkus lingkaran-lingkaran ganda dengan kertas emas.

9.Setelah seluruh permukaan tertutup, hias lampion dengan guntingan-guntingan 
   kertas emas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar